Tes Rendam pada Pembuatan Kolam Renang

Tes rendam kolam renang merupakan pengujian waterproofing untuk memastikan kolam tidak bocor dengan cara mengisi kolam dengan air dan mengukur penurunan ketinggian air selama periode waktu tertentu. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebocoran setelah lapisan anti bocor diaplikasikan, sebelum proses finishing.

By devilo.co - Jasa Pembuatan Website Bisnis
112 Views
Jasa Kontraktor dan Pemeliharaan Kolam Renang

Tes Rendam pada Pembuatan Kolam Renang

Tes rendam adalah proses mengisi kolam dengan air hingga penuh, kemudian mendiamkannya dalam periode tertentu untuk memantau apakah terjadi penurunan volume air yang tidak wajar.

Pengukuran dilakukan secara presisi untuk memastikan apakah air hilang karena kebocoran struktural atau hanya karena evaporasi alami.

Tes rendam kolam renang adalah pengujian waterproofing untuk memastikan kolam tidak bocor dengan cara mengisi kolam dengan air dan mengukur penurunan ketinggian air selama periode waktu tertentu.

Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebocoran setelah lapisan anti bocor diaplikasikan, sebelum proses finishing.

Tujuan Utama Tes Rendam

  1. Memastikan struktur beton kedap air: Melihat apakah ada retakan mikro atau sambungan yang masih rembes.
  2. Mengukur kualitas waterproofing: Tes ini menguji apakah lapisan waterproofing benar-benar bekerja optimal.
  3. Mencegah kebocoran jangka panjang: Kebocoran yang tidak terdeteksi dapat merusak pondasi, ruang teknis, bahkan bangunan utama.
  4. Validasi pekerjaan tukang/kontraktor: Tes rendam menjadi bukti objektif apakah pekerjaan sesuai standar teknis.

Kapan Tes Rendam Dilakukan?

Tes rendam dilakukan setelah:

  • Struktur beton selesai.
  • Plesteran (jika ada) sudah kering.
  • Sebelum Waterproofing diaplikasikan minimal 2–3 lapis.
  • Sebelum pemasangan keramik.
  • Setelah dilakukan curing sesuai rekomendasi pabrik (umumnya 24–48 jam).

Durasi Tes Rendam adalah:

Minimal 3–7 hari.

Untuk kolam besar/komersial dilakukan : 7–14 hari.

Semakin lama waktu tes rendam, semakin akurat.

Cara Melakukan Tes Rendam

1. Bersihkan area kolam

Pastikan tidak ada kotoran, semen, atau material yang bisa mengganggu pengukuran.

Baca Juga:  Coating Batu Alam yang Cocok

2. Tutup semua saluran

Termasuk (floor drain, skimmer, main drain, inlet,outlet).

Gunakan stopper karet atau penutup khusus.

3. Isi kolam hingga elevasi tertentu

Biasanya hingga level overflow atau sampai tanda yang mudah diamati.

Tandai permukaan air menggunakan: pita pengukur di dinding, atau spidol tipis pada plesteran.

4. Biarkan kolam terisi penuh selama beberapa hari

Catat ketinggian air setiap 24 jam.

5. Bandingkan penurunan air

Normalnya hanya terjadi evaporasi sekitar:

3–7 mm per hari (tergantung cuaca, ventilasi, suhu).

Jika penurunan lebih dari itu, kemungkinan ada kebocoran.

6. Identifikasi titik kebocoran

Jika terjadi penurunan air signifikan, biasanya titik masalah berada pada:

  • retakan beton,
  • area sudut 90°,
  • sambungan pipa ke struktur,
  • area lantai—dinding,
  • area waterproofing yang tidak merata.

Setelah diperbaiki, ulangi tes sampai hasil sempurna.

Cara Membedakan Evaporasi vs Kebocoran

Untuk memastikan penurunan bukan karena penguapan, lakukan bucket test:

  1. Isi ember dengan air dan letakkan di dalam kolam.
  2. Samakan tinggi air ember dan air kolam.
  3. Biarkan 24 jam.

Hasil interpretasi:

Jika air kolam turun lebih banyak daripada air di ember → ada kebocoran.

Jika turun sama → evaporasi normal.

Kolam dinyatakan lulus apabila:

1. Penurunan air tidak lebih dari angka evaporasi normal.

2. Tidak ada rembesan pada:

  1. sisi luar dinding,
  2. ruangan mesin,
  3. area sekitar kolam.

3. Tidak ada area permukaan waterproofing yang menggelembung.

Setelah tes rendam aman, pekerjaan dapat dilanjutkan ke tahap:

  1. pemasangan keramik/mozaik,
  2. pemasangan plumbing,
  3. pemolesan finishing.

Konsekuensi Jika Tes Rendam Dilewati

  • Kebocoran parah setelah finishing.
  • Keramik terangkat karena tekanan air balik.
  • Besi tulangan korosi.
  • Biaya perbaikan membengkak.
  • Retak rambut bertambah besar.

Oleh karena itu, tes rendam adalah langkah kritis dalam pembuatan kolam renang untuk memastikan struktur benar-benar kedap air.

Baca Juga:  Ide Desain Waterboom

Dengan mengikuti prosedur yang tepat—mulai dari penutupan pipa, pengisian air, pemantauan level, hingga analisis evaporasi—kontraktor dapat menjamin kolam bebas bocor dan siap masuk ke tahap finishing.

Jogja Pool
Jasa Kontraktor dan Pemeliharaan Kolam Renang di Jogja

Jasa Kontraktor dan Pemeliharaan Kolam Renang Terbaik di Jogja:

✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Pribadi / Private Pool
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Perumahan
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Hotel
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Apartemen
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Kampus
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Komersial / Wisata
✅ Jasa Kontraktor Waterboom / Waterpark di Yogyakarta.

Hubungi WA: Kontraktor Kolam Renang, untuk informasi lebih lanjut.

- Iklan Google -
Share This Article
Leave a review

Leave a Review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *