Skema Pipa 1 Pompa untuk Beberapa Kolam Renang
Jika ingin menggabungkan beberapa kolam renang dengan menggunakan 1 pompa dan filter, sistem pemipaannya harus dibuat sistem manifold + valve kontrol supaya aliran air bisa diatur ke masing-masing kolam.
Berikut skema yang paling umum dipakai:
1. Skema 1

Penjelasan:
- Setiap kolam punya pipa hisap sendiri (dari main drain / skimmer).
- Semua pipa hisap digabung di manifold sebelum pompa.
- Dipasang ball valve untuk buka/tutup aliran tiap kolam.
- Setelah filter, air dibagi lagi ke masing-masing kolam dengan valve.
2. Skema 2 ( Paling umum dipakai)

Hal Penting yang Harus diperhatikan:
1. Ukuran Pompa
Pompa harus dihitung dari total volume semua kolam.
Contoh:
Kolam A = 20 m³
Kolam B = 15 m³
Kolam C = 15 m³
Total = 50 m³
Jika turnover 6 jam:
——————————————–
50 m³ ÷ 6 jam ≈ 8–9 m³/jam
——-‐———————————–
Biasanya dipakai pompa 1 HP.
2. Pasang Valve di Setiap Jalur
Fungsi:
- Mengatur aliran
- Mematikan salah satu kolam
- Maintenance lebih mudah
- Biasanya pakai ball valve PVC union.
3. Diameter Pipa Jangan Terlalu Kecil
Umumnya:
- Pipa utama : 2 inch
- Cabang kolam : 1.5 inch
Supaya debit tidak drop.
4. Level Air Kolam
Lebih baik jika:
- Semua kolam ketinggian air sama
- Kalau beda tinggi bisa terjadi air balik dan sirkulasi tidak merata.

Jasa Kontraktor dan Pemeliharaan Kolam Renang Terbaik di Jogja:
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Pribadi / Private Pool
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Perumahan
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Hotel
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Apartemen
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Kampus
✅ Jasa Kontraktor Kolam Renang Komersial / Wisata
✅ Jasa Kontraktor Waterboom / Waterpark di Yogyakarta.
Hubungi WA: Jasa Kontraktor dan Pemeliharaan Kolam Renang Terbaik, untuk informasi lebih lanjut.



